In the name of Allah, the Gracious, the Merciful

PETUNJUK PENTING BAGI PARA SEKRETARIS WAQF-E-NOU

إِذْ قَالَتِ امْرَأَةُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Ingatlah  ketika perempuan ‘Imran berkata, “Ya Tuhan-ku sesungguhnya aku telah menazarkan kepada Engkau apa yang ada dalam kandunganku untuk berkhidmat. Maka, terimalah itu dari aku; sesungguhnya, hanya Engkau-lah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

(QS. Ali Imran 3:36)

 

Ketika para perempuan Imran menazarkan apa yang ada di dalam kandungannya kepada Tuhannya, beliau juga berkata, “Aku menazarkan kepada Engkau apa yang ada di dalam kandunganku ini, tidak sebatas ritual masa lalu saja, melainkan demi tujuan yang lebih besar, yakni:

وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Dan aku memohonkan dia dan keturunannya dalam perlindungan Engkau dari syaitan yang terkutuk.”

(QS. Ali Imran 3:37)

 

Seperti yang bisa kita lihat bahwa alasan utama persembahan beliau adalah agar anak keturunannya hanya akan memiliki rasa takut kepada Allah Taala dan terlindung dari Setan yang terkutuk.

Sebagaimana yang kita pelajari dari peristiwa ini dan dari apa yang terjadi selanjutnya, kita mengetahui bahwa setelah kelahiran Hadhrat Maryam as, Allah Taala menerima doa ibunda beliau yang dipanjatkan saat Hadhrat Maryam as masih dalam kandungan dan Dia menganugerahkan ganjaran bagi keturunan beliau.

Lebih lanjut kita mengetahui bahwa Allah Taala menunjuk Hadhrat Zakaria as sebagai penjaga Hadhrat Maryam as yang menunjukan bahwa hendaknya prinsip yang sama juga diterapkan di dalam Gerakan Waqf-e-Nou ini karena gerakan ini memiliki kesamaan dengan peristiwa tersebut.

Ketika menyebutkan Hadhrat Zakaria as sebagai penjaga Hadhrat Maryam as, Allah Taala juga menunjukan bahwa hal ini hanya bisa dilaksanakan dengan pertolongan-Nya.

وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“(Tuhannya) menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria datang menemuinya di mihrab didapatinya ada rezeki padanya. Berkatalah ia, “Hai Maryam, dari manakah engkau dapat ini ?” Jawabnya, “Itu dari sisi Allah swt..” Sesungguhnya Allah swt. memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.”

(QS. Ali Imran 3:38)

Ketika Hadhrat Mirza Tahir Ahmad rh, Khalifatul Masih IV Jemaat Ahmadiyah memulai gerakan samawi ini, beliau menjabarkan prinsip-prinsip panduan yang jelas bagi orang-orang yang akan menjadi pengawas bagi perkembangan dan pemenuhan kebutuhan anak-anak ini.

Ada banyak petunjuk yang telah beliau jabarkan untuk membimbing para sekretaris dan koordinator gerakan Waqf-e-Nou ini mengenai bagaimana cara menjalankan tugas dalam memberikan bimbingan kepada para waqifin-e-nou setelah para orang tua mereka telah mengorbankan mereka untuk dipersembahkan demi mengkhidmati Islam dan Kemanusiaan.

Menyimpan dan Menjaga Arsip

Penting bagi para sekretaris/ koordinator untuk menyimpan catatan berapa banyak anak waqifin-e-nou yang berada di bawah tanggung jawabnya. Selain menyimpan catatan jumlah waqifin-e-nou yang terdaftar di Jemaat mereka, adalah tugas mereka juga untuk terus mengingatkan para orang tua yang sedang mengandung sang buah hati atau yang baru menikah agar mempersembahkan anak mereka ke dalam gerakan beberkat ini.

Dalam hal ini, Hadhrat Mirzza Tahir Ahmar rh bersabda di dalam pidato beliau ketika meresmikan gerakan ini pada tanggal 3 April 1987:

“Saya ingin sampaikan bahwa jumlah waqifin-e-nou saat ini jauh dari angka yang diharapkan. Bahkan belum sampai sebagian kecil dari apa yang diinginkan. Sejauh yang saya lihat mengenai hal ini, kesalahaannya terletak pada orang-orang yang bertanggung jawab untuk menyampaikan pesan (Jemaat) ini. Di beberapa negara, mereka tidak menyampaikan pesan ini kepada seluruh Ahmadi.”

(Khutbah Jumat, 3 April 1987)

Oleh karena itu, seluruh sekretaris harus memastikan bahwa semua anggota memiliki pengetahuan yang benar mengenai gerakan Waqf-e-Nou ini dan bagaimana cara mendaftarkan anak mereka ke dalam gerakan ini.

Berkenaan dengan hal ini, hendaklah perhatikan prosedur berikut:

Bagaimana cara mempersembahkan anak kalian ke dalam gerakan Waqf-e-Nou?

  • Ketika para orang tua sedang mengandung sang buah hati, mereka hendaknya menulis surat kepada Hudhur-e-Anwar aba mengungkapkan keinginan mereka untuk mempersembahkan anak yang akan lahir ini ke dalam gerakan Waqf-e-Nou.

  • Surat pengajuan ini hendaknya ditulis saat sedang masa kehamilan. Pengajuan yang disampaikan setelah anak lahir tidak akan diterima.

  • Kedua orang tua hendaknya menyetujui pengajuan tersebut yang ditujukan kepada Hudhur-e-Anwar aba. Dalam kasus bahwa jika salah satu di antara kedua orang tua ini adalah non-ahmadi, pernyataan persetujuan secara tertulis oleh orang tua tersebut juga diperlukan, yang menyatakan bahwa mereka  memahami konsep gerakan ini.

  • Jika orang tua, karena suatu alasan, menentukan baru akan mempersembahkan anaknya jika terlahir dengan jenis kelamin tertentu, maka pengajuan demikian tidak akan disetujui. Hal demikian bukanlah syarat yang dikehendaki karena seorang anak hendaklah dipersembahkan ke dalam gerakan Waqf-e-Nou ini tanpa memperhatikan jenis kelaminnya.

  • Ketika pengajuan tersebut disetujui, para orang tua hendaklah mengirimkan salinan nomor Waqf-e-Nou anak mereka ke sekretaris Waqf-e-Nou lokal dan nasional. Perlu juga diumumkan di setiap Jemaat Lokal agar para orang tua senantiasa menjalin komunikasi dengan sekretaris Waqf-e-Nou nasionalnya.

Sekretaris Waqf-e-Nou nasional hendaknya memberikan kesadaran kepada anggota jemaatnya bahwa ketika anak mereka memperoleh persetujuan untuk masuk ke dalam gerakan Waqf-e-Nou ini, mereka hendaknya senantiasa memperbaharui data anak waqifin-e-nou ini yang disimpan oleh sekretaris Waqf-e-Nou nasional.

Sekretaris Waqf-e-Nou nasional hendaknya menyimpan arsip mereka bersamaan dengan semua data-data relevan lainnya berkenaan dengan para waqifin ini.  Berikut daftar data utama yang hendaknya disimpan:

  • Nomer Waqf-e-Nou

  • Nama Lengkap

  • Nama Ayah

  • Nama Ibu

  • Nama Kakek

  • Nomer Kontak

  • Alamat

  • Lain-lain

Hendaknya data yang diperoleh Sekretaris waqf-e-nou berdasarkan daftar yang telah disediakan oleh Markaz dan membuat perubahan terhadap data yang dimilikinya sesuai dengan itu.

Jika seorang Waqifin-e-nou masuk ke dalam tajnidnya kemudian meninggalkan waqfnya maka merupakan tugas sekretaris tersebut untuk memberitahukan perubahan ini kepada  Markaz.

Sekretaris waqf-e-nou nasional hendaknya menyimpan arsip lengkap berkenaan dengan pengajuan Waqf-e-Nou yang tertunda serta nomor Waqf-e-Nou yang telah diterima.

Sekretaris Waqf-e-Nou nasional hendaknya membuat kelas-kelas bahasa di  tingkat lokal, wilayah dan nasional.

Membentuk komite career planning

Sekretaris Waqf-e-Nou nasional hendaknya membentuk komite career planning/counseling di tingkat nasional atau wilayah. Ia hendaknya mulai meninjau kembali seluruh anak waqifin-e-nou di atas 7 tahun. Keinginan dari anak-anak ini masih akan tampak samar dan karena itu, mereka akan memberikan bimbingkan kepada anak-anak ini secara lebih spesifik dalam beberapa tahun ke depan.

Untuk hal tersebut, kami ingin menarik perhatian anda sekalian terhadap petunjuk Hudhur-e-Anwar aba berkenaan dengan komite career planning and counselling bagi anak-anak waqifin-e-nou yang sangat beliau aba tekankan, yakni:

  1. Komite ini hendaknya dibentuk di tingkat nasional dan juga lokal.

  2. Juga bisa dibentuk di tingkat wilayah jika jemaat tersebut kecil dan jaraknya jauh.

  3. Anggotanya terdiri dari: Amir Nasional, Sekretaris Waqf-e-Nou Nasional atau sekretaris waqf-e-nou cabang untuk tingkat lokal, Mubaligh, seorang guru, seorang dokter, seorang insinyur, seorang guru dari Jamiah Ahmadiyah jika ada Jamiah di negara tersebut, seseorang yang memiliki pengalaman dalam memberikan arahan karir. Komite tersebut diberi kebebasan untuk menunjuk anggota lain. Bagi para Waqifat-e-nou, perlu diminta bantuan dari Sadr Lajnah Nasional melalui Amir Nasional.

Tujuan dari komite ini  adalah:

  1. Agar memperoleh tampilan keseluruhan dari para waqifin yang akan menyelesaikan pendidikan mereka.

  2. Agar berada di posisi yang bisa memberikan bimbingan bagi para Waqifin mengenai berbagai profesi.

  3. Untuk mendiskusikan kebutuhan negara dan Jemaat di masa mendatang serta melihat berapa banyak yang dapat diserap di negara mereka, berapa banyak kelebihannya dan berapa banyak yang bisa disiapkan untuk negara lain.

  4. Untuk mengumpulkan keterangan rinci kualifikasi para waqifin, kecocokan di bidang pengkhidmatan atau adanya suatu keraguan atau rekomendasi apapun. Teruskan keterangan rinci ini ke markaz untuk proses pengajuan lebih lanjut.

Membentuk Kelas Waqf-e-Nou                                                                                             

Kelas Tarbiyat bagi waqifin-e-Nou hendaknya mulai segera dibuat. Info kontak pengajar hendaklah disampaikan ke kantor pusat.

Kelas ini akan dikontrol oleh mubaligh masing-masing Jemaat. Pengelola kelas tersebut hendaknya selalu memberitahukan kepada Mubaligh mengenai perkembangan kelas ini.

Program Bulanan dan Tahunan

Susunlah sekurang-kurangnya satu program atau pertemuan yang bisa dihadiri oleh para waqifin-e-nou dan orang tua mereka. Para orang tua yang sedang hamil bisa ikut serta dalam program ini.

Rancanglah program ini menjadi interaktif dan berbeda dari program lainnya sehingga para peserta tidak bosan. Daftar para orang tua yang tidak menghadiri program ini, selain diberikan peringatan, pula dilaporkan di kantor pusat.

Begitu pula, hendaklah dirancang Ijtima Tahunan bagi para waqifin-e-nou dan orang tua mereka sehingga para waqifin-e-nou bisa diuji mengenai ilmu agama dan sekuler.

Para sekretaris hendaknya mengajarkan silabus waqf-e-nou yang Markaz terbitkan bagi para waqifin-e-nou.

Laporan

Pastikan anda mengirimkan laporan triwulan secara rinci mengenai kegiatan apa saja yang anda adakan selama tahun tersebut. Anda bisa mengirimkan laporan pencapaian mereka sehingga datanya bisa tersimpan. Tetap menjaga komunikasi dengan kantor pusat secara rutin.

Laporan yang dikirimkan hendaklah dalam periode berikut:

  • Januari – Maret

  • April – Juni

  • Juli – September

  • Oktober – Desember

Laporan ini hendaknya diteruskan ke Sekretaris Waqf-e-Nou nasional.

Laporan hendaknya diperolehh dari Majelis Khuddamul Ahmadiyah departemen Waqf-e-Nou dan kemudian disatukan dengan laporan lokal, wilayah dan nasional.

Laporan hendaknya disertai dengan poto yang berkualitas baik, jika diperlukan.

Mengunjungi Markaz (Islamabad, Tiford)

Hendaknya dibuat program bersama para waqifin-e-nou dan orang tua untuk mengunjungi Markaz di UK.