guidance-for-parents.jpg

 PETUNJUK UNTUK ORANGTUA


Sudah terjadi selama kemunculannya perempuan beriman, Hazrat Maryam dan Hazrat Imran ketika dia bersabda, Oh Tuhan ku, aku telah bersumpah kepada Mu tentang apa yang terdapat di dalam kandungan ku untuk aku berikan sebagai sebuah pengkhidmatan hanya untuk Mu semata. Ya, Tuhan, terimalah niat suci ku ini dalam menta’ati Dirimu; sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Mendengarkan.

Pada 3 April 1987, Hazrat Khalifatul Masih IV menganjurkan kepada seluruh anggota di Jema’at ini untuk selalu mengikuti Sunnah dari para Nabi dan memberikan segala kepemilikan mereka yang sangat begitu berharga – mereka haruslah dilahirkan dan menjadi anak-anak yang selalu berada di jalan Allah Ta’ala, menjadi anak-anak yang akan dipersembahkan untuk keperluan Islam, untuk kemajuan Jema’at Ahmadiyah, dan untuk mengkhidmati manusia. Untuk mempersembahkan seorang anak kepada Allah Ta’ala merupakan sebuah peristiwa yang sangatlah penting dan bukanlah sesuatu yang biasa dan ini merupakan sebuah bentuk suatu karunia yang mana seseorang haruslah mempersembahkan anaknya kepada Allah Ta’ala dengan cara-cara yang indah. Keindahan yang dimaksud ada di dalam diri manusia adalah melalui derajat Ketaqwaannya – kebaikan dan keimanan. Jadi, sebelum anak-anak mereka telah tumbuh untuk mencapai umur dewasa yang mana mereka akan diberikan kepada Jema’at, para orang tua mereka sungguhlah memiliki tanggung jawab yang besar terhadap anak-anak mereka.

Dalam Khutbah Jum’at, Huzur bersabda, Allah Ta’ala telah mengalihkan perhatian saya terhadap akan hal ini sehingga saya harus meminta kepada anda untuk berjanji bahwasanya anak-anak yang terlahir kepada kamu dalam dua tahun berikutnya, apakah perempuan atau laki-laki, akan diberikan untuk Waqf sebagai bentuk karunia dari Allah Ta’ala. Ibu-ibu yang sedang mengandung yang tidak bisa mengikuti skema ini sebelumnya, kini mereka bisa terlibat atau mengambil bagian di dalam dan mengikuti skema ini. Mereka juga kini bisa berjanji untuk melakukan hal demikian. Akan tetapi janji tersebut haruslah dibuat oleh kedua belah pihak orang tua si anak. Mereka berdua haruslah segera memutuskan akan hal ini secara bersama-sama, sehingga mereka berdua saling berselaras dan menyamakan pandangan terhadap tujuan ini dalam mendidik dan membesarkan anak-anak mereka. Dan para orang tua ini haruslah segera memulai untuk melatih anak-anak mereka dengan cara-cara yang terbaik dan benar semenjak masa kecilnya.

Pada awalnya, skema ini dikeluarkan untuk dua tahun lamanya, akan tetapi kemudian skema ini diperpanjang waktunya menjadi empat tahun dan setelah itu dan kini skema ini dibuat menjadi permanen dengan penambahan kalimat bahwasanya para orang tua mereka tersebut yang ingin mengkhidmati hidup anak-anak mereka haruslah dilakukan sebelum kelahirannya.

Pada 10 dan 17 Februari 1989, Huzur menyebutkan beberapa tanggung jawab para orang tua terhadap para anak-anak Waqf mereka yang mana saya akan membuat daftarnya di bawah :

  1. Para orang tua haruslah memerhatikan anak-anak mereka secara dekat.

  2. Mereka haruslah menaruh perhatian khusus terhadap aspek-aspek pelatihan moral pada anak-anak mereka.

  3. Jika para orang tua berpikir bahwasanya anak-anak mereka tidaklah bermanfaat untuk Waqf, maka mereka seharusnya takut kepada Tuhan dan memberitahukan kepada Jema’at.

  4. Para orang tua haruslah menanamkan cinta dan kejujuran ke dalam hati setiap anak mereka.

  5. Para orang tua haruslah senantiasa melakukan pelatihan dan perbaikan terhadap diri mereka sendiri sebelum melatih dan memperbaiki anak-anak mereka.

  6. Para orang tua haruslah senantiasa lebih berhati-hati dan lebih cermat dalam pembicaraan mereka di rumah mereka dan senantiasa menghindari segala macam gosip.

  7. Mereka haruslah diajarkan hidup bersahaja dengan penuh syukur dan tidak menyukai keserakahan akan kekayaan dan kelebihan materi.

  8. Para orang tua haruslah membantu anak-anak mereka untuk meraih standar tertinggi dari sebuah kejujuran dan kepercayaan yang berharga.

  9. Para orang tua haruslah mengajarkan anak-anak mereka untuk menjadi periang dan baik hati serta disenangi banyak orang.

  10. Punya rasa humor yang tinggi dan penuh kesabaran merupakan dua kualitas akhlak yang mana para anak Waqf haruslah diajarkan.

  11. Dari sejak awal, para anak Waqf haruslah diajarkan Al-Qur’an.

  12. Para orang tua haruslah menanamkan ke dalam diri anak mereka kebiasaan untuk membaca Al-Qur’an setiap saat disertai dengan pemahamannya.

  13. Para orang tua haruslah memastikan bahwasanya anak-anak mereka memiliki pengetahuan agama dan duniawi yang begitu luas.

  14. Para orang tua haruslah berlangganan majalah dan koran untuk anak-anak mereka (menanamkan kebiasaan membaca).

  15. Para orang tua haruslah menanamkan kepada mereka suatu kebiasaan membaca buku yang akan menambah pengetahuan mereka.

  16. Ketika para anak Waqf pergi ke sekolah, para orang tua haruslah mengajarkan anak-anak mereka mata pelajaran yang akan menambah ilmu pengetahuan mereka. Para orang tua juga haruslah memiliki beberapa pengetahuan dari keseluruhan mata pelajaran yang dipelajari anak-anak mereka.

  17. Para anak Waqf haruslah diajarkan kesabaran dan tolereansi.

  18. Para anak Waqf juga haruslah diajarkan semenjak kecil kebiasaan untuk mulai mengetahui mengenai apa yang menjadi sebuah fakta yang sesungguhnya dan apa yang menjadi dugaan yang sesungguhnya.

  19. Mereka juga haruslah diajarkan cara membuat sebuah tulisan.

  20. Mereka juga haruslah diajarkan bagaimana cara untuk menjaga tabungan mereka. Haruslah terdapat penekanan pada kejujuran dalam mengelola keuangan.

  21. Huzur bersabda Negara yang hebat dan kuat berawal dari rumah-rumah mereka.

  22. Semenjak kecil, para anak Waqf haruslah senantiasa setia dengan kuat dan ta’at kepada Nizam Jema’at.

  23. Para orang tua janganlah berkata apapun yang menentang Nizam Jema’at di rumah mereka.

  24. Para anak Waqf haruslah diajarkan dan dilatih untuk menjadi pemimpin yang hebat.

  25. Ajarkanlah kesetiaan pada anak-anak anda.

  26. Jelaskanlah kepada anak-anak anda bahwasanya perihal Waqf adalah perihal yang amat serius; terdapat sebuah janji yang telah kamu buat kepada Allah Ta’ala.

  27. Huzur bersabda, pada saat saya berkesempatan untuk mengunjungi Disneyland di Amerika. Terdapat sebuah mobil yang berjalan dengan belokan yang sangatlah berbahaya dan dengan menggunakan kecepatan yang sangat cepat. Lalu mobil tersebut tiba-tiba berbelok yang akan sangat berbahaya dan sangat menakutkan bagi orang-orang yang penakut. Lalu mereka akan memberikan peringatan yang menyatakan bahwasanya pada saat ini kamu dapat berbalik arah dan di akhirnya terdapat sebuah peringatan dengan tanda merah yang menyatakan, ini adalah sebuah akhir, dan sekarang kamu tidaklah bisa balik dan berbalik arah. Jadi pasti akan ada sebuah gerbang peringatan yang akan coba menggoda ketika anak-anak kamu yang telah diberikan untuk Waqf saat ini, dan peringatan itu akan berkata, ini adalah pintu terakhir, setelah pintu ini, kamu tidak bisa balik atau berbalik arah. Jika kamu memiliki keberanian dan semangat untuk mentolerin kehidupan kamu, jika kamu bisa memberikan segalanya kepada Allah Ta’ala tanpa keinginan untuk membatalkannya, maka satu-satunya hal yang harus dilakukan adalah dengan melangkah kedepan daripada berbalik arah. Jadi para orang tua haruslah membuat anak-anak mereka selalu siap untuk melangkah ke depan dan melewati gerbang ini sekarang.

  28. Adalah hal yang penting dan sangat dibutuhkan untuk menaruh perhatian pada kesehatan fisik anak-anak kamu semenjak kecil, maka para anak-anak mereka haruslah selalu didorong untuk melakukan aktivitas olah raga.

  29. Jauhkanlah anak-anak kamu dari bacaan-bacaan yang aneh.

  30. Berikanlah penekanan untuk mengajarkan anak-anak anda Bahasa Arab dan Urdu, setelah itu ajarkan pula mereka bahasa-bahasa daerah. Bahasa Cina dan Rusia juga begitu penting untuk diajarkan.

  31. Akhlak-akhlak baik mereka haruslah memenangkan hati setiap orang.

  32. Para anak Waqf haruslah diajarkan di rumah pengelolaan keuangan dan tabungan rumah dengan sangat baik.

  33. Para anak Waqf haruslah diajarkan pengajaran, hal-hal yang berkenaan dengan pengobatan, ilmu komputer, pembuatan tulisan-tulisan yang baik, dan bahasa-bahasa.

  34. Ajarkanlah kepada mereka dan berikan penekanan yang sangat besar kepada mereka tentang do’a-do’a sehingga mereka memiliki hubungan yang sangat dekat dan intim dengan Allah Ta’ala semenjak kecil.

Ini merupakan beberapa poin yang telah disebutkan oleh Hazrat Khalifatul Masih IV dalam Khutbah Jum’at. Para orang tua haruslah mendengarkan Khutbah Jum’at tersebut secara menyeluruh yang juga telah tersedia di dalam tabel Resource.

Para orang tua sungguhlah memiliki kewajiban yang besar terhadap anak-anak mereka karena anak-anak Waqf E Nou mereka akan menjadi pemimpin-pemimpin hebat di suatu negara di masa depan nanti. Tarbiyat sungguhlah memiliki peranan yang sangat berati dan besar dan pertama kali yang akan para anak-anak lihat sebagai contoh bagi mereka adalah para orang tua mereka. Dan bagi para orang tua, mereka juga akan dimintai untuk melakukan beberapa hal berikut :

  1. Sebuah file pribadi anak tersebut haruslah dibuat untuk masing-masing anak Waqf E Nou. File tersebut haruslah berisi Akta Kelahiran, Surat Penerimaan Waqf E Nou, Laporan Vaksinasi, dll. Setiap perkembangan anak juga haruslah dimasukkan ke dalam file, sebagai contoh waktu dalam penyelesaian Yassarnal Qur’an, waktu pada saat Sholat telah dilakukan, dan rapot di sekolah dari pihak sekolah. Salinan dari file tersebut haruslah disimpan oleh Sekretaris Waqf E Nou daerah. Ketika berpindah ke kota yang lainnya, file ini haruslah diserahkan kepada Sekretaris Waqf E Nou yang baru. Seluruh salinan dokumen-dokumen tersebut haruslah dikirimkan ke pusat agar terdapat data terbaru di pusat dan lebih menyeluruh.

  2. Para orang tua haruslah menerapkan perilaku yang tidak keras dalam memberikan pelatihan kepada anak-anak. Anak-anak haruslah diperlakukan tidak dengan ketegasan yang sangat keras namun tidak juga menggunakan cara-cara yang terlalu lembek.

  3. Pelatihan anak haruslah dilakukan dengan menampilkan sebuah contoh yang baik terlebih dahulu dari para orang tua. Para orang tua haruslah mengaplikasikan seluruh kebiasaan tersebut ke dalam diri mereka yang mana mereka akan senantiasa dilihat oleh anak-anak mereka.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V menyampaikan banyak sekali Khotbah Jum’at dan juga menyampaikan berkenaan dengan tanggung jawab-tanggung jawab para anak Waqf dan orang tua mereka. Menyampaikan kepada para orang tua, Huzur melakukan penyampaiannya pada tanggal 6 Mei 2012 di Mesjid Baitul Futuh, saya juga akan memberikan beberapa nasihat kepada para orang tua Waqf E Nou berkenaan dengan pelatihan anak-anak mereka. Mereka haruslah senantiasa mengawasi dan mengurus pelatihan moral dari seluruh anak mereka dan bukan hanya untuk anak-anak mereka yang menjadi bagian dari skema Waqf E Nou. Kamu haruslah ingat bahwasanya jika anak tertua kamu adalah Waqf E Nou, dan jika kamu melakukan pelatihan moral kepadanya dengan sangat baik, dia akan menjadi seorang role model yang sangat baik dan positif bagi seluruh saudara-saudari lainnya. Dengan cara ini, mereka akan memperoleh pelajaran dan contoh yang baik dari perilaku baik yang dimiliki oleh anak pertama tersebut.

Lebih lanjut, Huzur tercinta kita menyampaikan di dalam Khotbah Jum’at yang begitu spesial pada tanggal 28 Oktober 2016, pelatihan untuk setiap anak Ahmadi bergantung pada orang tuanya dan pastinya setiap orang tua ingin yang baik untuk anak-anak mereka. Para orang tua yang lebih cenderung terhadap agama, meskipun mereka menginginkan pendidikan duniawi yang baik untuk anak mereka, namun berikanlah mereka juga pendidikan pelatihan ruhani dan pendidikan agama yang baik juga. Akan tetapi, perlu diingat juga bahwasanya setiap anak, terutama anak-anak Waqf E Nou, mereka adalah kepercayaan bagi Jema’at ini. Memberikan mereka pelatihan yang baik dan membuat mereka sebagai anggota Jema’at yang terbaik dan juga menjadi bagian yang terbaik di dalam masyarakat merupakan tugas dari para orang tua. Akan tetapi dengan memberikan bagi para anak Waqf E Nou pelatihan yang baik, dengan memberikan mereka perhatian khusus pada pendidikan agama dan duniawi yang baik lalu mereka diberikan kepada Jema’at setelah mempersiapkan mereka dengan sangat baik, hal ini juga menjadi tanggung jawab para orang tua Waqf E Nou untuk alasan yang lainnya juga. Sehingga, sebelum kelahiran mereka, para orang tua telah berjanji bahwasanya siapapun yang akan terlahir, apakah anak tersebut adalah laki-laki atau perempuan, mereka akan memberikan anak mereka untuk agama Allah Ta’ala, untuk penyempurnaan sebuah misi dari hamba sejati Rasulullah Saw yang merupakan sebuah misi penyempurnaan penyebaran petunjuk Illahi, yang merupakan sebuah misi penyebaran pendidikan Islam ke seluruh dunia, yang merupakan sebuah misi untuk menarik perhatian dunia terhadap pemenuhan hak Tuhan dan yang merupakan sebuah misi penyebaran pendidikan Islam terhadap pemenuhan hak-hak asasi setiap orang di dunia.

Lebih lanjut, Huzur bersabda di dalam Khotbah Jum’at yang sama, jadi apa yang ditanam oleh para orang tua di dalam pikiran setiap anak mereka kecuali yang dari sejak awal diberitahukan bahwasanya mereka adalah para anak Waqf E Nou dan orang tua mereka haruslah mendidikasikan anak-anak mereka secara murni untuk mengkhidmati agama atau keimanan. Dan ini merupakan tujuan dari para anak mereka tersebut, dan anak-anak mereka akan senantiasa berdo’a, lalu anak-anak mereka akan tumbuh dengan suatu pemikiran bahwasanya mereka haruslah mengkhidmati agama dan keimanan. Mereka tidak akan tumbuh dengan suatu pemikiran untuk menjadi seorang pengusaha atau seorang pemain, atau mereka akan mengambil bidang pekerjaan yang lain. Sebaliknya, mereka akan menanyakan sebuah pertanyaan seputar Waqf E Nou dan Jema’at atau seorang Khalifa akan memberitahukan kepada mereka mengenai bidang apa yang harus mereka ambil. Mereka tidak memiliki suatu hal apapun yang mereka kerjakan di dunia.

Huzur juga mengatakan di dalam Khotbah Jum’at yang sama bahwasanya para orang tua haruslah menjadi contoh yang baik bagi para anaknya dan sehingga perkataan dan perbuatan mereka dapat berselaras. Huzur atba bersabda, saya ingin mengatakan kepada para orang tua sebanyak apapun pelatihan yang telah diberikan oleh para orang tua secara verbal, hal ini tidak akan pernah efektif melekat di dalam anak mereka apabila perkataan dan perbuatan orang tuanya tidak berselaras dengan pelatihan yang diberikan. Para orang tua haruslah memberikan contoh pada anak-anak mereka mengenai tata cara sholat yang baik. Mereka juga harus membuat jadwal rutinitas dalam membaca dan mengajari Al-Qur’an pada anak-anak mereka. Mereka haruslah menjadi role model atau contoh yang baik mengenai standar moral yang tinggi. Diri mereka sendiri juga harus memiliki seluruh pengetahuan agama yang sangat baik. Harus memiliki standar yang tinggi dalam hal membenci kedustaan. Daripada harus memperolok beberapa pengurus Jema’at, mereka haruslah senantiasa menahan diri mereka untuk berbicara mengenai hal-hal yang tidak baik di dalam rumah mereka, yang menentang sistem Jema’at atau para pengurus Jema’at. Melalui MTA, setiap nasihat dalam Khutbah saya ini setidaknya harus senantiasa diperdengarkan oleh mereka secara reguler.

Saya akan mengakhiri seksi ini dengan sebuah kutipan dari Huzur tercinta, yang mana beliau bersabda, Jadi saya ingin menyampaikan kepada seluruh ayah dan ibu dengan hanya mendaftarkan anak anda di dalam Skema Waqf E Nou tidaklah cukup. Malahan, Skema Waqf E Nou ini merupakan sebuah tanggung jawab yang sangatlah penting. Ini merupakan tanggung jawab para orang tua hingga para anak Waqf E Nou mereka tumbuh dewasa dan kemudian ini menjadi tanggung jawab diri mereka sendiri.

Semoga Allah Ta’ala memberkahi kita kemampuan dalam memenuhi tanggung jawab yang amat besar ini berdasarkan segala kemampuan yang dimiliki. Aamiin.